Archive for June, 2009

29
Jun
09

Jadikan Membaca Sebagai Gaya Hidup

VIVAnews – Sungguh memprihatinkan melihat kenyataan bahwa minat baca di Indonesia masuk peringkat 96 dunia. Perlu upaya konkret yang dilakukan pemerintah daerah dalam menumbuhkan minat baca masyarakatnya.

Seperti yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dengan mengingatkan warganya untuk menjadikan membaca bagian dari gaya hidup.

Untuk menjadikan membaca bagian dari gaya hidup, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menggelar pesta buku di Istora Gelora Bung Karno. Pesta buku yang bertema “Book is my life” ini memadukan unsur pendidikan (education), pameran (exhibition), dan hiburan.

Pesta buku ini berlangsung mulai 27 Juni-5 Juli mendatang. Selain itu, dicanangkan pula gerakan hibah buku untuk disalurkan ke warga, perpustakaan, dan komunitas membaca.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, menyambut baik pesta buku tersebut. Selain untuk memperingati HUT ke-482 kota Jakarta, pesta buku ini juga menjadi media untuk memasyarakatkan buku.

Yang membuatnya gembira, ternyata pemerintah kota Moskow turut andil dalam pesta buku tersebut. Ke depan ia berharap, pesta buku ini bisa melibatkan mitra asing dengan jumlah yang lebih besar.

“Ini membuka jalan bagi DKI Jakarta untuk setiap tahun mengundang mitra dari luar negeri. Tahun depan mitra luar negeri akan lebih banyak lagi,” papar gubernur.

“Sekitar 10 tahun lalu orang banyak yang tidak memegang HP, tapi sekarang lihat, hampir semua orang punya HP. Bahkan satu orang bisa punya lebih dari satu. Ini karena HP sudah jadi bagian gaya hidup seseorang. Saya ingin ke depan buku juga jadi gaya hidup masyarakat Jakarta, sepert HP ini,” kata Fauzi Bowo seperti dikutip situs resmi Pemerintah DKI, Minggu, 28 Juni 2009.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga menyumbangkan 150 eksemplar buku dengan 30 judul kepada panitia pesta buku. Seluruh buku yang disumbangkan gubernur ini merupakan buku keluaran terbaru dan populer.

Hal yang sama juga dilakukan Bank DKI yang menyumbangkan 2.000 eksemplar buku. Nantinya seluruh buku hibah ini oleh panitia akan disalurkan ke taman bacaan dan perpustakaan yang membutuhkan.

Agar minat baca masyarakat tinggi, menurut Fauzi Bowo, harus ada pendekatan secara terpadu kepada masyarakat. Setidaknya ia ingin agar membaca buku ini menjadi bagian dari gaya hidup, seperti sebuah ponsel.

“Sekitar 10 tahun lalu orang banyak yang tidak memegang HP, tapi sekarang lihat, hampir semua orang punya HP. Bahkan satu orang bisa punya lebih dari satu. Ini karena HP sudah jadi bagian gaya hidup seseorang. Saya ingin ke depan buku juga jadi gaya hidup masyarakat Jakarta, sepert HP ini,” terangnya.

Sehingga di mana pun seseorang berada dapat meluangkan waktunya untuk membaca buku. Entah itu di halte, kereta api, atau di buskota.

Agar sasaran itu cepat terwujud, maka ia meminta pada IKAPI selaku wadah para penerbit buku untuk menyediakan buku dengan harga murah namun kualitas terjamin.

Sekarang ini yang dikeluhkan masyarakat adalah, harga-harga buku di pasaran sangat mahal sehingga sulit dijangkau masyarakat, utamanya kelas menengah bawah.

Dalam pesta buku ini, IKAPI menargetkan bisa menyedot 40 ribu pengunjung per hari. “Target jumlah pengunjung dalam pesta buku ini mencapai 40 ribuan orang per hari.

Jumlah ini sedikit meningkat dibanding pesta buku tahun lalu yang mencapai 35 ribu pengunjung. Sebagian besar pengunjung berusia 26-40 tahun (59 persen) dan antara usia 18-25 tahun (21 persen).

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-482 kota Jakarta,” papar Afrizal Sinaro, Ketua IKAPI DKI Jakarta.

Untuk memasyarakatkan membaca, IKAPI mengampanyekan gerakan pengumpulan buku untuk disalurkan ke sejumlah warga, perpustakaan, dan komunitas membaca. Gerakan yang dinamai “Gerakan Hibah Buku” akan berlangsung selama 50 hari yakni dimulai pada hari Buku Nasional (17/5) hingga penyelenggaraan Pesta Buku 2009 (5/6). Buku-buku tersebut dikumpulkan dari para penerbit, penulis, dan masyarakat luas yang memiliki kepedulian untuk berbagi.

Bahkan sebelumnya, IKAPI bekerja sama dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI Jakarta, mencanangkan gerakan hibah buku dan bazar buku yang digelar pada 9 Juni lalu di Aula Blok G, Balaikota. Pencanangan dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Advertisements
24
Jun
09

10 Cara Mencegah Bau Mulut

Penampilan memang bukan segalanya. Kita juga wajib memperhatikan kesehatan mulut. Kan nggak lucu banget, wajah cantik dan outfit sudah mix and match, tapi tak satu pun orang ngerasa happy saat ngobrol sama kita. Apa masalahnya? Dragon breath atau bau mulut!

Siapapun orangnya, pasti pernah mengalami problem bau mulut atau halitosis. Hampir 90% penyebab bau mulut adalah bakteri penghasil sulfur yang tinggal di bagian belakang dalam mulut. Itu lantaran kita kita kurang menjaga kebersihan mulut, gigi berlubang, infeksi gusi, dan masih banyak lagi.

Penyebab lainnya seperti perubahan hormon, gangguan pencernaan, sinusitis, infeksi amandel, kanker, diabetes, bronchitis kronis, gangguan hati serta ginjal.

Agak nakutin, memang. Namun nggak ada kata terlambat untuk menjadi sehat. Ikuti tips sederhana ini supaya mulut kita lebih sehat dan napas segar:

1.    Keep your mouth clean. Disarankan
menyikat gigi dua kali sehari, pagi dan malam hari sebelum tidur. Namun banyak juga yang menyikat gigi usai makan siang. Bersihkan juga lidah menggunakan alat khusus untuk mencegah penimbunan bakteri.

2.    Pemakai behel atau kawat gigi, harusnya lebih ekstra perhatian pada kesehatan dan kebersihan mulut. Jangan pernah bosen membersihkan makanan yang menempel pada kawat. Pastikan, kawat gigi juga terawat dengan baik karena ada kalanya bakteri menempel di kawat tersebut.

3.    Jika ada sela atau jarak antar gigi yang kerap menimbulkan luka saat penyikatan hingga terjadinya infeksi pada gusi, sebaiknya gunakan sikat gigi interdental, yang bisa mencegah terjadinya luka.

4.    Jika memungkinkan atau di saat-saat tertentu, stay away from foods yang bisa memicu bau mulut seperti ikan, daging produk susu, makanan pedas, bawang merah, bawang putih, kopi dan makanan manis. Kalau yang ini sih, harusnya dihindari… makanan yang menimbulkan bau tak sedap seperti pete dan ikan asin. Perbanyak makan buah dan sayuran segar.

5.    Drinks lots of water karena air dalam jumlah yang cukup mampu menekan berlebihnya asam lambung. Lagian tahu sendiri kan, air putih sangat baik untuk kesehatan dan kesegaran tubuh secara keseluruhan.

6.    Produksi air ludah bisa lancar jika kita sarapan dan makan secara teratur. Sekali-kali, kunyah deh permen karet tanpa gula untuk meningkatkan saliva.

7.    Memang, permen mint bisa membantu aroma mulut agar lebih baik. Tapi sifatnya hanya sementara. Beberapa penelitian membuktikan, permen dengan kandungan minyak cinnamon akan membantu menghilangkan bakteri mulut yang merugikan.

8.    Avoid being stressed. Yep, stress terbukti bisa memicu panas dalam tubuh yang bisa menyebabkan terjadi dragon breath.

9.    Jangan pernah merokok dan hindari minuman beralkohol. Bukan cuma napas yang jadi nggak sedap… tapi merusak tubuh kita karena racun-racunnya!

10.   Bau sedap pada mulut juga bisa dibantu dengan kumur-kumur dengan obat kumur usai menyikat gigi. Bisa juga dengan menggunakan breath spray yang banyak tersedia di apotik, agar napas segar the whole day.

Sumber: b’girl! Magazine

24
Jun
09

HEBOH!! Trend Rambut Pendek!!

adved_1244102706

Dua tahun belakangan ini rambut pendek lagi jadi trend lagi. Beberapa artis kita juga mengikuti trend ini, diantaranya Agnes Monica, Dini Aminarti, Tata ‘Mahadewi’, dan masih banyak lagi. Hmm, kira- kira apa ya keistimewaan rambut pendek dibanding rambut panjang?

1. Lebih Praktis
Pernah nggak kamu kesiangan bangun tidur, terus mesti buru- buru nyampe sekolah atau kampus, dan nggak punya waktu banyak buat mandi? Huah, padahal rambut panjang kamu sangat sangat kusam dan jadwalnya keramas. Nah, buat yang punya bad habbit telat bangun, dan nggak sempat keramas, pilihan rambut pendek kayaknya tepat banget!

Rambut pendek memang sangat praktis, meskipun tiga hari nggak keramas (hii, jorok ya!), lepeknya rambut nggak bakal kelihatan banget dibanding rambut panjang. Selain itu kita nggak usah susah payah mengatur rambut mau diapakan pas mau bepergian. Kalau pengen sedikit terlihat manis, cukup tambahkan jepit di rambut kita, jadi deh!

2. Lebih Muda
Rambut pendek memang membuat kita lebih muda karena terlihat lebih fresh. Aura muda ini akan semakin tampak bagi kamu yang udah lama banget setia sama rambut panjang. Coba deh, dijamin kamu akan tampil beda dan nggak membosankan.

3. Lebih Berani
Yup! Rambut pendek memang mengekspresikan jiwa yang tomboi, karena gaya rambut ini memang awalnya milik kodrat lelaki (hehe..). Jadi dengan potongan rambut ini kita bisa terlihat lebih berani tampil beda dari segi fisik, dan berani menghadapi tantangan dari segi psikologinya. Tapi jangan takut sisi feminin kamu jadi hilang karena ganti gaya rambut. Banyak kok model rambut pendek yang bisa divariasikan, sehingga sisi feminin tetap ada.

4.
Lebih Modern
Cewek terlahir dengan kodrat punya rambut panjang dan cowok dengan rambut pendeknya. Tapi seiring kemajuan zaman, trend rambut juga ikut berkembang. Sejak kemunculan Demi Moore di film Ghost dengan rambut pendeknya yang keren abis, mulailah banyak cewek yang berani memotong rambutnya mirip laki- laki. Nah, kesimpulannya rambut pendek juga membuat kita jadi lebih modern dan berani meng-eksplor diri kita, dan nggak stuck di rambut yang panjang.

5. Lebih Sexy
Siapa bilang rambut panjang doang yang bisa membuat cewek terlihat sexy? Dari empat kelebihan rambut pendek diatas, bisa disimpulkan rambut pendek membuat kita jadi sexy lady , karena dengan kepraktisan yang kita bawa dan terlihat lebih fresh, rambut pendek mengisyaratkan jiwa yang berani dan mau berubah mengikuti perkembangan zaman. Sst..apalagi kalau kamu punya tengkuk yang bersih dan mulus, pasti terlihat lebih sexy dengan rambut pendek. (AI/ Berbagai sumber)

24
Jun
09

BAHAYA!! Remaja Terkepung Iklan Rokok!!

Iklan rokok kini semakin ekspansif, baik di jalan-jalan, di media televisi ataupun mensponsori berbagai acara musik dan olahraga. Iklan yang kian gencar tersebut menimbulkan keinginan pada remaja untuk memulai merokok.

Sebanyak 29 persen responden menyatakan menyalakan rokoknya bila terpajang iklan rokok. “Jadi iklan itu mendorong remaja untuk terus merokok,” kata Dina Kania, Koordinator Advokasi Kebijakan Pengendalian Tembakau Komisi Nasional Perlindungan Anak di Anyer, Banten, akhir pekan lalu.

Dari hasil survei yang pernah dilakukan oleh Komnas Perlindungan Anak, ternyata 99,7 persen anak-anak terpapar iklan rokok di televisi, 87 persen terpajang iklan rokok di luar ruang, 76,2 persen remaja melihat iklan rokok di koran dan majalah.

Sebesar 62,2 persen remaja memiliki kesan positif terhadap iklan rokok, 51,6 persen remaja dapat menyebutkan lebih dari tiga slogan iklan rokok, dan 50 persen remaja perokok merasa dirinya lebih percaya diri seperti yang dicitrakan iklan rokok, kata Dina Kania. Karakteristik iklan rokok sangat dekat dengan dunia anak-anak muda. Slogan-slogan rokok mewakili dunia anak muda, seperti Gak ada Loe Gak Rame, Enjoy Aja! Ekspresikan Aksimu, U are U! Selain itu, industri rokok juga menggunakan idola remaja sebagai ikon produk-produknya.

“Pesannya berubah-ubah dengan tema yang konsisten, berulang-ulang dan terus menerus,” kata Dina Kania.

Dengan melihat isi iklan dan sponsorship rokok di acara-acara musik anak-anak muda, jelas sekali jika industri rokok membidik remaja sebagai pasarnya.

Laporan peneliti Myron E Johnson kepada Wakil Presiden Riset dan Pengembangan Phillip Morris menyatakan, remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap hari esok karena mayoritas perokok memulai merokok ketika remaja. Pola merokok remaja sangatlah penting bagi Phillip Morris.

RJ Reynolds dalam Tobacco Company Memo Internal, 29 Februari 1984, yang berjudul “Perokok Remaja: Strategi dan Peluang” menyebut bahwa perokok remaja telah menjadi faktor penting dalam perkembangan setiap industri rokok dalam 50 tahun terakhir. Perokok remaja adalah satu-satunya sumber perokok pengganti. Jika para remaja tidak merokok, maka industri akan bangkrut sebagaimana sebuah masyarakat yang tidak melahirkan generasi penerus akan punah.

M Joni, Tim Litigasi Komnas PA, mengatakan, legalisasi iklan dan promosi rokok dengan PP Nomor 19 Tahun 2003 adalah melanggar hak-hak anak.

Jika situasi iklan makin mengepung remaja seperti sekarang ini, tak ada alasan lagi, solusinya adalah total ban.

Larangan menyeluruh iklan, promosi, dan sponsor rokok akan dapat menurunkan 6 persen konsumsi per kapita di negara maju dan 23 persen di negara berkembang, papar M Joni.

24
Jun
09

SDM berkualitas demi Persaingan Global

Menghadapi masa di mana angka ketergantungan berada pada titik terendah (window of opportunity) tahun 2020-2030, maka sumber daya manusia/SDM Indonesia harus dipersiapkan. SDM berkualitas diperlukan agar bisa bersaing dengan bangsa lain.

“Jika SDM kita tidak siap dan kualitasnya tetap seperti ini maka bangsa lain yang datang ke Indonesia akan selalu lebih unggul,” kata Sugiri Syarief, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), di Jakarta, Selasa (23/6).

Pada Seminar Uji Publik Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Strategi Nasional Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana 2010-2014, Sugiri Syarief mengharapkan seminar tersebut menjadi media advokasi bagi calon presiden mendatang bahwa persoalan kependudukan dan KB perlu mendapat perhatian.

Di samping itu sesuai dengan UU Nomor 39 Tahun 2008 bahwa harus ada lembaga yang menangani masalah kependudukan dalam arti luas dan komprehensif. Ketidakserasian kebijakan pemerintah dalam bidang pembangunan di semua sektor dengan pembangunan kependudukan menunjukkan ketidakkonsistenan dalam implementasinya di lapangan, kata Sugiri Syarief.

Fenomena besarnya jumlah penduduk dengan kualitas rendah dan pertumbuhan yang cepat akan menjadi ancaman bagi keberhasilan pembangunan lainnya.

“Berbagai bukti empiris menunjukkan bahwa kemampuan bangsa ditentukan oleh kualitas SDM, bukan melimpahnya sumber daya alam,” kata Sugiri Syarief.

Saat ini penduduk Indonesia berjumlah sekitar 220 juta jiwa, terbesar ke empat di dunia jumlahnya. Sementara itu, kualitas penduduk Indonesia yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih berada pada urutan ke 107 dari 177 negara pada tahun 2005 (HDI Report 2006).

Nina Sardjunani, Deputi Menteri Negara Perencana Pembangunan Nasional/PPN/Kepala Bappenas Bidang SDM dan Kebudayaan, menggarisbawahi bahwa upaya mewujudkan bangsa yang berdaya saing adalah dengan mengendalikan jumlah dan laju pertumbuhan penduduk serta lebih memperhatikan pendidikan.

Tiga komponen penting pada HDI yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi keluarga harus dikedepankan. “Visi saya, ke depan Indonesia memiliki penduduk yang tidak kalah bersaing dengan bangsa lain dari segala aspek. Misalnya soal produktivitas. Janganlah kita hanya menjadi TKI dan bermental kuli, ke depan harus lebih baik,” ucap Sugiri Syarief.

24
Jun
09

SDM berkualitas demi persaingan global

Menghadapi masa di mana angka ketergantungan berada pada titik terendah (window of opportunity) tahun 2020-2030, maka sumber daya manusia/SDM Indonesia harus dipersiapkan. SDM berkualitas diperlukan agar bisa bersaing dengan bangsa lain.

“Jika SDM kita tidak siap dan kualitasnya tetap seperti ini maka bangsa lain yang datang ke Indonesia akan selalu lebih unggul,” kata Sugiri Syarief, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), di Jakarta, Selasa (23/6).

Pada Seminar Uji Publik Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Strategi Nasional Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana 2010-2014, Sugiri Syarief mengharapkan seminar tersebut menjadi media advokasi bagi calon presiden mendatang bahwa persoalan kependudukan dan KB perlu mendapat perhatian.

Di samping itu sesuai dengan UU Nomor 39 Tahun 2008 bahwa harus ada lembaga yang menangani masalah kependudukan dalam arti luas dan komprehensif. Ketidakserasian kebijakan pemerintah dalam bidang pembangunan di semua sektor dengan pembangunan kependudukan menunjukkan ketidakkonsistenan dalam implementasinya di lapangan, kata Sugiri Syarief.

Fenomena besarnya jumlah penduduk dengan kualitas rendah dan pertumbuhan yang cepat akan menjadi ancaman bagi keberhasilan pembangunan lainnya.

“Berbagai bukti empiris menunjukkan bahwa kemampuan bangsa ditentukan oleh kualitas SDM, bukan melimpahnya sumber daya alam,” kata Sugiri Syarief.

Saat ini penduduk Indonesia berjumlah sekitar 220 juta jiwa, terbesar ke empat di dunia jumlahnya. Sementara itu, kualitas penduduk Indonesia yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih berada pada urutan ke 107 dari 177 negara pada tahun 2005 (HDI Report 2006).

Nina Sardjunani, Deputi Menteri Negara Perencana Pembangunan Nasional/PPN/Kepala Bappenas Bidang SDM dan Kebudayaan, menggarisbawahi bahwa upaya mewujudkan bangsa yang berdaya saing adalah dengan mengendalikan jumlah dan laju pertumbuhan penduduk serta lebih memperhatikan pendidikan.

Tiga komponen penting pada HDI yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi keluarga harus dikedepankan. “Visi saya, ke depan Indonesia memiliki penduduk yang tidak kalah bersaing dengan bangsa lain dari segala aspek. Misalnya soal produktivitas. Janganlah kita hanya menjadi TKI dan bermental kuli, ke depan harus lebih baik,” ucap Sugiri Syarief.

23
Jun
09

Villa Hanya Bermain untuk Benitez di Inggris

FBL-EURO2008-ESP-VILLADi tengah minat beberapa klub raksasa Eropa, David Villa mengungkapkan isi hatinya. Striker tajam Valencia dan Timnas Spanyol ini tak menyembunyikan minat bermain di Liga Inggris (Premier League).

Menurut The Sun, jika bermain di Premier League, Villa telah punya klub favorit. Si Merah Liverpool yang diasuh Manajer Rafael Benitez selalu menggoda hati pria seharga 40 juta poundsterling ini.

Villa penasaran kepada racikan tangan dingin Benitez yang juga pria Spanyol itu. Pasalnya, saat ia masuk Valencia pada 2005, Rafa terlanjur pergi ke Liverpool.

Padahal, Rafa sempat menyumbangkan dua trofi La Liga 2002 dan 2004 bersama Valencia. Di Liverpool, Villa  juga ingin bergabung dengan tandemnya di Timnas La Furia Roja, Fernando Torres.

Sayangnya, cinta pria berusia 27 tahun ini harus bertepuk sebelah tangan. Liverpool dan Benitez tak pernah melayangkan tawaran kepada Valencia.

Justru dua klub La Liga: Real Madrid dan Barcelona memperebutkannya. Dari Premier League, tawaran datang dari Manchester United dan Chelsea.

Kalaupun melayangkan tawaran, Liverpool harus berpikir panjang. Pasalnya, The Reds hampir pasti tak bisa menyaingi tawaran Barca sebesar 37 pounds dan Madrid 35 pounds.




award from Bri

Date..

June 2009
M T W T F S S
    Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

kind of post..

Blog Stats

  • 56,211 hits

Postingan’y Ira .

Islamic Calendar

Arsip

free counters

RSS Bogor EduCARE

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.